.transjakarta (2)
Anak : “Ma, busway tuh gak boleh dinaikin anak kecil ya?”
Mama : (sambil agak bingung dengan pertanyaan anaknya)
” maksudnya gimana ya, Dek?”
Anak : “Iya, Ma. Kan kalo adek mo naek belum tentu dikasih tempet duduk. Trus, kalo mo pegangan, pegangannya tinggiii banget, Ma?”
Mama : … hmm (sambil mikir mo ngomong apa)
~transjakarta …
hmm.. pagi ini ada yang beda dengan transjakarta. Dari halte pembelian tiket, aku sudah disapa oleh mba-mba berkebaya putih. Cantiknya….
Eh, di dalam pun mas-mas dan mbak-mbak petugas Transjakarta memakai baju ala abang none djakarta. Selamat Ulang Tahun Jakarta …
choco and cheese
sweet of chocolate and milky of cheese combined with clear blue sky and calming breeze will definitely bring smiles in your face
four years ago …
beep…
“ingat peristiwa 4 tahun yang lalu Tanto ? sampai sekarang belum jadi minum teh pakai cangkir jhe . “
itulah bunyi sms dari Manur (mas nur), sepupuku
yap, empat tahun yang lalu gempa hebat mengguncang Jogja, dan dalam waktu sekejap, our houses are gone. Ibuku dan Budheku (Ibunya Manur) termasuk gemar mengumpulkan perkakas, termasuk poci dan cangkir teh. Perkakas itu lebih banyak disimpan, dipajang, atau dikeluarkan pada saat ada tamu berkunjung.
Dari banyak perkakas, aku dan Manur berhasil mengevakuasi sebagian poci dan cangkir teh itu, keramik cina bergambar bunga warna pink/ungu. Sambil duduk kelelahan sth evakuasi, kami memandangi cangkir-cangkir cantik itu dan membayangkan sore-sore minum teh dengan cangkir itu.
Dan, empat tahun sudah berselang, tetapi cangkir pink/ungu itu tetap jadi pajangan.
hmm… gimme an idea. Besok pulang Jogja berikutnya, aku mo bikin “tea party” dengan camilan kreasi sendiri.
satu
mo coba bikin janji ah..
harus dibaca dengan kata “minimal” di depannya :
1 kali sehari berolahraga (bisa ringan, menengah, ato “berat”
1 ruku dibaca setiap hari, dengan artinya (semoga bisa menjadi satu ato lebih halaman)
1 buku selesai dibaca setiap minggu
1 kali “cari foto” setiap minggu
1 post di blog setiap hari
1 temen baru setiap hari (?, semoga)
hmm… itu dulu deh
kita lihat perkembangannya nanti
debus on the bus
hmmff….
Biasanya di dalam angkutan umum kita akan menemukan peminta sumbangan yang membawa kotak, penyanyi yang membawa alat musik alakadarnya (bisa dari tepuk tangan, tutup botol, gitar, dll)
ato yang lebih seru lagi adalah atraksi puisi teatrikal (yah, ala kadarnya sih)
tapi….
pagi ini beda dong …
di bus (kopaja 66, tepatnya)
ada seorang pemuda bertato dan memberikan salam
“selamat pagi bapa/ibu penumpang”
“saya disini membawa silet bukan untuk merobek tas atau saku bapak/ibu sekalian…..”
bla bla bla…
dan dia memasukkan silet itu ke dalam mulutnya
dan pagi ini aku dengan tidak sukarela melihat atraksi debus di atas bus
Pondok Geulis (note: bazaar dalam rangka peringatan hari kartini)

Why “Pondok Geulis” :
The word “geulis” derived from Sundanese. It means beautiful. “Geulis” represents the feminine side of us. While the word “pondok” means home which represents the ambience of our working environment.
We are beautiful ladies in one big happy family, working together and cooperate to achieve our goal.
Who are in “Pondok Geulis” :
There are 28 beautiful ladies in Pondok Geulis. Two ladies from IST (Fifi and Raska) along with twenty six ladies from Finance (Rina, Bunga, Lilies, Eletti, Lina, Rini, Jingga, Dini, Ami, Sabiah, Devi, Susan, Tetrin, Ranilda, Dina, Ulfa, Lisa, Uthe, Ambar, Ning, Deta, Fatimah, Dewi, Lanny, Irene and Debora).
What “Pondok Geulis” do :
To welcome the visitor, we have prepared a guest book, made by ourselves. The material is taken from office scrap: A4 paper ex print and paper from boxes. The accessories also made from paper.
By giving example of what we can do with scrap, we hope we can motivate others to reuse scrap material and turn it into useful and beautiful items.
To promote eco-friendly attitude by planting trees, we give seeds as compliment for visitors. In addition, we also give the soil as the media. We give away seeds of papaya, tomato, eggplants and chilli.
Bags for the seeds and the soil are made from paper which is recyclable. And we give effort to make them ourselves.
In addition to the seed bags, we also made the shopping bags. These bags are completely made from paper. By doing so, we hope that we can reduce plastic waste.
Let’s Reduce, Reuse, Recycle!
tikus makan sabun
masih inget gak dengan lagu anak-anak yang judulnya “tikus makan sabun”?
hehe, tiba-tiba jadi keinget lagu itu gara-gara temen kosan ada yang obsessed dengan air sabun dan jentik nyamuk. In her opinion, air bak mandi yang terkontaminasi dengan air sabun bisa mendatangkan jentik-jentik (ato dalam bahasanya ugeet-ugeeeet dengan banyak e, hehehe…..)
hehe, salah guru biologinya dia kali ya sampai dia beropini seperti itu. Tapi pasti salah dia kalo beropini air bak mandi kosan kemasukan sabun.
hehehe…..
ada-ada ajah si mba kickboxer ini…
hachiko : u remind me of my cats …
semalem nonton hachiko, ceritanya tentang anjing yang setia banget sama tuannya.
hiks, jadi kangen ama kucing-kucingku. Kucing-kucingku yang sudah passed away, tepatnya, karena sekarang ga lagi miara kucing.
Kucingku ga pernah diberi nama, jadi namanya cuma puss saja.
Yang pertama kucingnya cewek, warnanya abu-abu, bulunya halus….
aku inget miaranya dari dia kecil, belum punya anak, sampe dengan dia punya kitten berkali-kali. Sampe dengan akhirnya dia gak mampu lagi bernafas, bulu-bulunya rontok, kurus.. menua.
Yang kedua, cowok, warnanya kuning-orange belang-belang. Kita juga piara dari dia baby (kitten-nya puss abu-abu). Sampai dengan dia meninggal karena sedih, capek dan shock mungkin ya…
He fight against a big snake which hide under a cupboard inside my house. There is no (snake’s) venom transferred to his blood, but anyway he just stay for two months after the fight.
hmm… kapan ya aku punya kucing lagi…
early bird gets the worms, late go-ers get the traffic jam
sejak pindah ke kosan baru yang agak jauh dari kantor, aku jadi harus lebih kreatif untuk menentukan alat transportasi apa yang akan dipakai untuk berangkat dari kosan di Benhil menuju kantor yang ada di daerah kuningan.
Sebenernya, kalo ditarik garis lurus, jaraknya tidak jauh, tetapi dengan angkutan umum (busway or dua kali kopaja/metromini) harus ditempuh dengan sedikit memutar melewati gatot subroto.
Tapi, apapun kendaraannya, semakin pagi berangkat maka angkutan semakin nyaman [karna pasti duduk] dan jalanan belum terlalu ramai. Dan semakin siang, semakin menderitalah karena susah dapet tempet duduk, udara sudah panas dan gerah, jalanan sudah padat.
ehm… emang bener kata simbah : kalau bangun tuh mesti pagi …
